Saya (dengan bantuan teman) menyusun e-book tentang fotography . Berikut link-nya : http://our-e-book.blogspot.com

Semua e-book tersedia gratis.  Di blog tersebut juga ada fasilitas search juga. Jadi anda bisa mencari e-book yg anda inginkan.  Monggo silakan klik  link ini. Semoga bermanfaat.

Menurut info dari sini :www.bayumukti.com/google-adsense-bisa-untuk-bahasa-indonesia-loh. Google adsense gak mau nampilin iklan komersial di web yang berbahasa Indonesia. Iklan yang tampil hanyalah iklan layanan masyarakat yang tentu tidak bisa untuk menimba dollar.
Tapi kabar terbaru pula, google adsense akan support bahasa indonesia tahun ini (atau sudah kali ya ). Nha sementara lom support ada yang kasih trick agar iklan komersial nampil di blog / web berbahasa Indones
Intinya adalah menambahkan (inserting) script google_language = “en” ke dalam javascript adsense kita.
Apakah hal ini melanggar TOS google ? Wallohu’alam. Saya sendiri belum mencoba, dan lebih memilih bikin blog bahasa inggris aja di sini : http://our-e-book.blogspot.com
Selamat mencoba.

Seumur-umur baru sekali ini pegang stir mobil. Alasannya karena gak punya mobil aja. Tapi bener juga kata seorang teman di blog, yang katanya gak punya mobil tapi bisa setir mobil, hanya karena iri ama sopir bis, sopir truk, sopir pesawat, sopir kereta, walau mereka gak punya kendaraannya. Asik juga.

Alhamdulillah, bulan ini ada mobil datang. Mobil lungsuran. Ya lungsuran, artinya gak beli tapi di “lungsuri” mobil sama Om. Walaupun model kuno, Suzuki Carry 1.0 tahun 94, masih lumayan untuk sekedar keliling kota bahkan keliling desa.

Ceritanya, karena sudah ada mobil, mau tidak mau, harus bisa setir.
Belajar pertama kali pada malam hari di lapangan kosong dekat rumah. Cuma belajar mengenal posisi gigi, lalu belajar berpindah gigi dan berputar. Belajar pertama ini feeling serasa belum masuk sama sekali. Tapi setidaknya udah ngenal teknik nyetir.
Belajar kedua ganti instruktur, dipaksa masuk ke jalan sebenarnya. Dag-dig-dug tentunya, karena macet berkali-kali, sempat nabrak pembatas jalan di pertigaan.
Belajar ketiga, berlatih parkir..sulit sekali, beberapa kali nabrak pot bunga di rumah.
Artinya belum sempurna.
Masih terus belajar.
AH…semangat-semangat.

Insyaf

By: Prof. Dr. Achmad Mubarok MA
sumber: http://mubarok-institute.blogspot.com/2008/11/insyaf.html

Kota Jakarta menjelang tahun 1970 digegerkan oleh prestasi penjahat
yang bernama Taufik. Menurut catatan polisi ia telah merampok lebih
dari 100 kali, tetapi yang aneh tidak seorangpun korbannya yang
dilukai. Menurut laporan korban, penjahat itu sangat sopan dan tidak
ada tampang kriminil. Ia selalu menyapa korban dengan sopan dan
mengucapkan terima kasih setelah berhasil merampok.

Terkadang jika merampok di jalan, ia menanyakan apakah masih ada uang
untuk ongkos pulang, jika tidak punya maka perampok itu memberikan
uang seperlunya.

Penulis bertemu perampok itu di ruang tahanan Brimob Kwitang. Ketika
itu ia sedang memberi nasehat kepada anak-anak remaja keluarga Brimob
yang berdiri di depan ruang tahanan itu, dan nasehatnyapun sungguh
baik sekali. Terkadang orang dapat mendengarnya sedang mengaji al
Qur’an di sel tahanannya itu.

Dari pemberitaan koran diketahui bahwa Taufik dahulunya adalah seorang
guru SMP di Nusa Tenggara Barat, dan termasuk guru yang dedikatip
serta disukai masyarakat. Mengapa ia sampai terjerumus ke dalam
profesi perampok, kata koran, disebabkan karena kecewa pada sistem.
Setiap kali ia mengurus kenaikan pangkat, ia selalu terbentur kepada
persoalan bahwa ia harus memberikan sejumlah uang kepada atasannya.
Berkali-kali ia mengurus selalu terhambat masalah yang sama, padahal
ia tidak memiliki uang yang diminta, sementara menurut penglihatannya,
atasannya itu hidup berkecukupan, bukan orang yang kekurangan uang.

Dari pengalaman pahit itu kemudian tertanam perasaan dendam, dendam
kepada semua orang yang berkecukupan. Ia tinggalkan pekerjaanya
sebagai guru, dan sebagai gantinya ia merampok siapa saja yang nampak
hidup berkecukupan. Ia merasa mewakili kelompok orang lemah yang
tertindas, merampas harta orang-orang yang hidup berkecukupan. Di
matanya, harta orang yang hidup berkecukupan itu pasti berasal dari
pemerasan terhadap orang lemah seperti yang dilakukan oleh atasannya
ketika ia masih menjadi guru.

Meskipun ia menjadi perampok, nampaknya karakternya sebagai guru yang
ramah dan sopan tidak hilang, sehingga dari seratus lebih korbannya,
tak satupun yang dilukai. Belakangan diberitakan bahwa uang hasil
rampokannya itupun tidak digunakan untuk foya-foya sendiri, tetapi
dikirimkan secara rahasia kepada teman-temannya sesama kaum tertindas.

Pada dasarnya Taufiq bukanlah penjahat, tetapi pengalaman pahitnya
membuatnya gelap, dan karena ia tidak dapat mengambil hikmah dari
pengalaman itu maka ia kemudian salah jalan. Untunglah ia kemudian
tertangkap dan dipenjara. Di dalam penjara konon ia menjadi narapidana
teladan, karena di sana ia benar-benar bertaubat.
Jika ada orang bertaubat, yang senang bukan hanya yang bersangkutan,
tetapi bahkan Tuhan lebih antausias untuk menerima taubatnya itu.

Nabi pernah bersabda dalam sebuah hadis Qudsi yang menceriterakan bahwa:

artinya : Sungguh Allah lebih gembira terhadap taubat hambanya ketika
ia sedang bertaubat, lebih besar dibanding gembiranya orang yang
menemukan kembali kendaraannya yang hilang. Dicontohkan; seseorang
sedang dalam perjalanan jauh di tengah padang pasir, tiba-tiba ontanya
hilang berikut perbekalan yang ada diatasnya, maka ia putus asa untuk
dapat meneruskan perjalanan, sehingga ia tiduran saja di tempat yang
agak teduh tanpa ada harapan sedikitpun untuk dapat menemukan kembali
ontanya. Tiba-tiba di tengah-tengah keputusannya ontanya sudah kembali
berdiri dihadapannya, maka saking gembiranya ia memegang kendalinya
dan berkata: Ya Allah Engkau benar-benar hambaku dan aku adalah
tuhanmu, ia berkata terbalik karena sangat gembira menemukan kembali
ontanya. H.R. Muslim. (Nah, Tuhan gembira melihat hambanya bertaubat
melebihi kegembiraan orang yang menemukan ontanya itu).

Menurut saya google memang hebat. Mesin cari ini mungkin memang terbesar di jagat raya ini. Pastilah hampir semua pengguna Internet di dunia ini mempergunakan google untuk mencari informasi apa saja.

Kadang terpikir sebetulnya data statistik pencarian ini tersimpan gak? Kalo tersimpan boleh gak kita melihat isinya ? Ternyata tersimpa dan boleh dilihat. Penasaran ?

Awalnya saya membaca tulisan sodara ebsoft tentang bagaimana “mengetahui yang sering dicari di Google” akhirnya membawa saya ke Google Insight Search.

Penasaran dengan apa yang dicari oleh user internet di Jakarta selama tahun 2008. Pada Google insight saya isikan filter : Negara Indonesia, region : Jakarata Raya, Tahun : 2008, Kategory : All Catgory. Lalu klik search, hasilnya …. menakjubkan. Sepuluh kata kunci teratas yang paling di cari di Google di Jakarta Raya adalah  (berturut-turut) 1. friendster (2) mp3 (3)video (4) cerita (5) yahoo (6) bugil (7) game (8) gambar (9) naruto (10) google.

Masih penasaran dengan isi dari masing-masing kata kunci tersebut, saya iseng klik (4) cerita. Hasilnya….lebih menakjubkan lagi, 10 teratas term cerita adalah tentang cerita dewasa dan teman-temannya.

Luar biasa.  Anda penasaran ? silakan masuk ke http://www.google.com/insights/search/

Rapuh

Penulis : Achmad Fachrie

KotaSantri.com : Detik berganti demi detik, waktu berganti
demi waktu dalam hitungan hari, bulan, hingga tahun. Entah, sudah
berapa jauh langkah menempuh waktu yang berganti. Entah, sudah berapa
banyak mimpi yang berganti dan bertahan menemani waktu yang berlalu.
Setiap pergantian membawa pergantian lain. Setiap pergantian membawa
kehilangan lain. Dan setiap pergantian membawa arti untuk lebih
memahami.

Suka dan duka, tangis dan senyum sudah tergores dalam langkah hati ini.
Dalam langkah ini terkadang hadir seribu mimpi, tapi ternyata itu hanya
berteman sepi. Mencoba memahami. Ada tapi tak sungguh menemani. Hanya
sesaat dalam semu membayangi, bukan sejati. Hingga kehilangan kembali.

Sadar ku pernah rapuh dalam setiap langkah yang tertempuh. Mengingkari
hati tak pernah sungguh hati ini menyentuh. Rasa sakit dan kehilangan
datang memberi dan terkadang membuatku terjatuh. Tapi sadar ku ini
dariMu. Rasa sakit yang memberi justru membuatku semakin kuat memahami.

Sadar ku pernah rapuh dalam langkah yang meretas. Kepala menunduk, mata
memejam, tapi hati ini menerawang jauh ke atas. Menatap langit
mahaluas. Malam hari memayungi bumi terselip cahaya. Betapa luas semua
yang
sudah tercipta. Sekilas mata ini mencoba melihat fokus yang tak
terlihat, tapi sesungguhnya lebih besar dari yang membuat diri ini
tertatih. Perlahan nafas terasa melepas asa,
pernah ku ingin berhenti jika ini tak berhenti memberi seperti ini.
Tapi akhirnya ku tetap melangkah.

Dalam nafas yang terusung. Kaki ini akan tetap berjalan dalam kuasaMu. Langkah
yang sebelumnya berjalan, mencoba
untuk tetap utuh terjaga. Ikhlas dan ketulusan menjadi tempat belajar,
tempat bersanding menyandarkan lelah dan peluh, belajar melepaskan
untuk mendekatiMu. Sabar dan syukur menjadi teman setia yang menjaga
hati ini dalam rendahnya, menghargai semua yang tertempuh.

Dalam rapuh, ku sadar selalu ada kehadiranMu dalam setiap hembusan
nafas yang menguatkan hati. Ketika sakit bukan berarti terluka, ketika
terjatuh bukan berarti berhenti, dan ketika kehilangan bukan berarti
harus ikut menghilang. Sadar ku Engkau menemani. Ku akan terus
melangkah dalam kuasaMu.

“Meski ku rapuh dalam langkah, kadang tak setia kepadaMu. Namun cinta
dalam jiwa hanyalah padaMu. Maafkanlah bila hati tak sempurna
mencintaiMu, dalam dada kuharap hanya DiriMu yang bertahta.” (Opick –
Rapuh).

Jadikanlah Sabar dan Shalat Sebagai Penolongmu. Dan Sesungguhnya Yang Demikian
itu Sungguh Berat, Kecuali Bagi Orang-Orang yang Khusyu [ Al Baqarah : 45 ]

Tulisan kali kembali bercerita tentang Speedy
PT. Telkom Indonesia berkali-kali mengumandangkan iklan yang bercerita tentang mudahnya akses internet bahkan sampai ke pelosok (baca : desa). Dengan kata lain Telkom menawarkan koneksi Internet yang mudah dan mudah-mudahan murah. Mudah dalam arti tidak membutuhkan perangkat yang beraneka ragam.

Sebelum ada speedy, di daerah kami koneksi internet yang paling “gampang” didapat adalah dengan media wireless. Gampang dalam hal kemudahan registrasi. Salah satu wireless internet provider di Jepara kota saya adalah Lihardo tempat saya bekerja. Setelah membayar biaya registrasi dan biaya terminasi dsb, user tinggal menikmati koneksi internet.

Speedy datang menawarkan kemudahan yang lebih baik. Tidak perlu install radio – atau bahkan tower utk antena. Yang kita perlukan hanyalah seperangkat komputer, line telepon dan ADSL modem (bahkan pada awalnya gratis dari telkom). Saya ikut merasakan kemudahan instalasi speedy ini.

Di sisi yang lain, kemudahan instalasi dan -mungkin- bagi sebagian orang harga yang relatif murah dibanding provider lain, ternyata berbanding terbalik dengan kualitas layanan dari speedy. Setidaknya ada 2 kali gangguan fatal yang saya alami selama bulan Agustus ini : tanggal 16 Agustus dan tanggal 21 Agustus 2008. Speedy down sampai lebih dari 6 jam ! Belum terhitung gangguan lainnya, semisal gagalnya akses ke situs-situs luar negeri, dsb.

Telkom memang telah merajadi saluran komunikasi kabel di seluruh Indonesia. Bahkan kini Telkom di Jepara mulai berekspansi menjual saluran telepon kabel (PSTN) sampai ke pelosok. Akankah Telkom juga “jor-joran” menyebarkan bandwidth sampai ke desa-desa? SEmoga.

Namun alangkah baiknya jika kemudahan akses ini, juga diikuti dengan perbaikan kualitas layanan. Bagaimanapun juga Telkom saat ini menjadi andalan koneksi Internet, artinya beberapa kantor dan perusahaan menggunakan hanya koneksi lewat Speedy.

Pertanyaannya adalah, kenapa harus dibuat beberapa paket layanan dengan harga berbeda tapi kualitas ternyata sama ? Tidak ada prioritas layanan terhadap paket tertentu.

Hem…semoga telkom bisa lebih baik lagi.