Ucapan terindah…

Dengan tubuh yang semakin melemah, engkau terus berusaha bangkit
Dengan mulut yang semakin melemah tak henti engkau mengucap kalimah thoyibah
Engkau masih mengingat aku, anakmu
Aku dengar engkau rindu untuk bertemu denganku
Kini kusadari kerinduan itu adalah kerinduan yang terakhir kali
Kerinduan yang datang dari hati terdalam
Kerinduan yang suci, dan..
Kerinduan yang tidak tertuntaskan

Seandainya, seandainya dan seandainya…. tentulah aku bisa bertemu engkau untuk yang terakhir kali…
Alloh yang Maha Benar berkendak lain, aku terlambat untuk menjumpaimu…
Dan kerinduan itu semakin menyisakan kerinduan, semakin menyesakkan.

Mulut yang suci itu terus berusaha menyebut Asma-NYA
Mulut yang mengajari aku berbicara
Mulut yang memberi kata-kata sejuk kala aku terbakar rasa
Mulut yang dengan lantang memberi semangat kala aku gundah gulana
Mulut yang mengajari aku akan dunia fana
Mulut yang mengajari aku indahnya suatu kebijakan…

Kini mulut itu hanya mengucap lirih kalimat-kalimat Indah-NYA,
sambil menahan rasa sakit yang mendera
Namun engkau berusaha tegar,
disaat-saat terakhir engkau meminta anak-anakmu untuk menemani

Seandainya, seandainya dan seandainya…. tentulah kami bisa menemanimu untuk yang terakhir kali…
Alloh yang Maha Benar berkendak lain, kami terlambat untuk menjumpaimu…
Engkau begitu iklas pergi, walau tanpa kami di sampingmu…
… Atau mungkin karena engku tidak ingin membebani kami, anak-anakmu…
Dan kerinduan itu semakin menyisakan kerinduan, semakin menyesakkan.

Kini kusadari, tiada guna lagi tetes air mata itu
Kini kusadari, purna sudah baktimu kepada kami
Selesai sudah tugasmu memimpin kami
Tuntas sudah segala beban
Tunai sudah segala kewajiban

Ayahku, engkau tersenyum ketika melihat aku lahir ke dunia
Kini Ijinkan aku tersenyum, mengantar engkau ke peristirahatan terakhir
dan, engkau pergi dengan tersenyum
Wajahmu sangat tenang,
Sambil mengucap Alloh sebagai ucapan terakhirmu
Kulihat engkau sangat berseri,
Kulihat engkau sangat bersih untuk menemui Tuhanmu
Insya Alloh, DIA menerimamu. Subhanalloh.

———
Teruntuk ayah tercinta, yang berpulang ke rahmat alloh tanggal 10 Mei 2010 pukul 23.30.
Allohumagh firlahu war hamhu wa’ aafihi wa’ fu’anhu
wa akrim nuzulahu
wa was si’ madkholahu
waghsilhu bil maaa i wasts tsalji wal bard.