1. Mengapa flu burung lebih mematikan dari flu musiman pada umumnya

Flu burung disebabkan oleh virus H5N1 yang sangat menakutkan, dan lebih dari 50% orang yang terinfeksi telah meninggal dunia

Riset menunjukkan bahwa daya bunuh (lethality) dari virus batang H5N1 berasal dari kemampuannya untuk memicu reaksi berlebih dari system kekebalan tubuh, yang berusaha untuk membasmi virus dengan cara memproduksi duta kimia yang di sebut citokin (cytokines). Citokin ini, normalnya membantu meningkatkan reaksi kekebalan. Dalam hubungannya dengan infeksi H5N1, sayangnya, diproduksi citokin secara berlebihan, disebut ‘badai citokin’, yang lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya, terutama di paru-paru. Anehnya, virus ‘Flu Spanyol‘ H1N1 yang dahsyat, juga memiliki kemampuan yang sama. Temuan-temuan ini memaksa perlunya dipercepat diagnosis dan perlakuan yang efektif menggunakan obat-obat antivirus.

(Sumber : http://www.nature.com/avianflu/faq/full/avianflu.2007-5.html)

2. Apakah Flu burung bisa disembuhkan ?

Ya – untuk beberapa hal. Obata-obatan seperti Tamiflu dan Relenza dapat meringankan serangan flu burung. Tapi jika pasien menerima perlakuan obat ini dalam 24 jam dari sejak terlihat gejala-gejala terserang virus.

These drugs can also be taken by healthy people to protect against infection, and national treatment plans in many countries are stockpiling supplies for use by certain groups, such as healthcare workers, if an outbreak of bird flu occurs, as well as by poultry workers involved in the culling of affected birds . Stocks of Tamiflu are limited, however, partly because its synthesis relies on a natural ingredient — star anise — that is also restricted in supply. To overcome the problem, scientists are investigating ways to create fully synthetic Tamiflu . There is also hope that two older generic drugs, amantadine and rimantadine, might be effective against bird flu.

Obat-obat ini juga dapat dikonsumsi oleh orang sehat untuk melindungi dari infeksi, dan perencanaan perlakuan nasional dalam beberapa negara adalah menimbun persediaan untuk digunakan oleh beberapa kelompok misalnya pekerja kesehatan, jika kasus flu burung terjadi, juga oleh pekerja peternakan yang terlibat dalam pemusnahan unggas yang terinfeksi. Stok Tamiflu terbatas, bagaimanapun, sebagian disebabkan oleh karena sintesisnya bertumpu pada kandungan-kandungan alami yaitu adas bintang (star anise) yang ketersediaannya juga terbatas. Untuk mengatasi problem ini, ilmuwan telah melakukan penelitian yang bisa menghasilkan Tamiflu yang sepenuhnya sintetis. Juga ada harapan bahwa obat generik yang lebih usang, amantadine dan rimantadine, bisa jadi efektive mengatasi flu burung.

Sumber : http://www.nature.com/avianflu/faq/full/avianflu.2007-7.html