Tulisan kali kembali bercerita tentang Speedy
PT. Telkom Indonesia berkali-kali mengumandangkan iklan yang bercerita tentang mudahnya akses internet bahkan sampai ke pelosok (baca : desa). Dengan kata lain Telkom menawarkan koneksi Internet yang mudah dan mudah-mudahan murah. Mudah dalam arti tidak membutuhkan perangkat yang beraneka ragam.

Sebelum ada speedy, di daerah kami koneksi internet yang paling “gampang” didapat adalah dengan media wireless. Gampang dalam hal kemudahan registrasi. Salah satu wireless internet provider di Jepara kota saya adalah Lihardo tempat saya bekerja. Setelah membayar biaya registrasi dan biaya terminasi dsb, user tinggal menikmati koneksi internet.

Speedy datang menawarkan kemudahan yang lebih baik. Tidak perlu install radio – atau bahkan tower utk antena. Yang kita perlukan hanyalah seperangkat komputer, line telepon dan ADSL modem (bahkan pada awalnya gratis dari telkom). Saya ikut merasakan kemudahan instalasi speedy ini.

Di sisi yang lain, kemudahan instalasi dan -mungkin- bagi sebagian orang harga yang relatif murah dibanding provider lain, ternyata berbanding terbalik dengan kualitas layanan dari speedy. Setidaknya ada 2 kali gangguan fatal yang saya alami selama bulan Agustus ini : tanggal 16 Agustus dan tanggal 21 Agustus 2008. Speedy down sampai lebih dari 6 jam ! Belum terhitung gangguan lainnya, semisal gagalnya akses ke situs-situs luar negeri, dsb.

Telkom memang telah merajadi saluran komunikasi kabel di seluruh Indonesia. Bahkan kini Telkom di Jepara mulai berekspansi menjual saluran telepon kabel (PSTN) sampai ke pelosok. Akankah Telkom juga “jor-joran” menyebarkan bandwidth sampai ke desa-desa? SEmoga.

Namun alangkah baiknya jika kemudahan akses ini, juga diikuti dengan perbaikan kualitas layanan. Bagaimanapun juga Telkom saat ini menjadi andalan koneksi Internet, artinya beberapa kantor dan perusahaan menggunakan hanya koneksi lewat Speedy.

Pertanyaannya adalah, kenapa harus dibuat beberapa paket layanan dengan harga berbeda tapi kualitas ternyata sama ? Tidak ada prioritas layanan terhadap paket tertentu.

Hem…semoga telkom bisa lebih baik lagi.