Menurut info dari sini :www.bayumukti.com/google-adsense-bisa-untuk-bahasa-indonesia-loh. Google adsense gak mau nampilin iklan komersial di web yang berbahasa Indonesia. Iklan yang tampil hanyalah iklan layanan masyarakat yang tentu tidak bisa untuk menimba dollar.
Tapi kabar terbaru pula, google adsense akan support bahasa indonesia tahun ini (atau sudah kali ya ). Nha sementara lom support ada yang kasih trick agar iklan komersial nampil di blog / web berbahasa Indones
Intinya adalah menambahkan (inserting) script google_language = “en” ke dalam javascript adsense kita.
Apakah hal ini melanggar TOS google ? Wallohu’alam. Saya sendiri belum mencoba, dan lebih memilih bikin blog bahasa inggris aja di sini : http://our-e-book.blogspot.com
Selamat mencoba.
Networking
Juli 14, 2009
Google adsense bahasa Indonesia, bisakah ?
Posted by hsidhi under Networking | Tag: adsense script, ebook, Google adsense |Leave a Comment
Agustus 22, 2008
Internet Mudah (dan mungkin murah) VS Kualitas Layanan
Posted by hsidhi under Di Kantor..., Networking | Tag: Speedy |Leave a Comment
Tulisan kali kembali bercerita tentang Speedy
PT. Telkom Indonesia berkali-kali mengumandangkan iklan yang bercerita tentang mudahnya akses internet bahkan sampai ke pelosok (baca : desa). Dengan kata lain Telkom menawarkan koneksi Internet yang mudah dan mudah-mudahan murah. Mudah dalam arti tidak membutuhkan perangkat yang beraneka ragam.
Sebelum ada speedy, di daerah kami koneksi internet yang paling “gampang” didapat adalah dengan media wireless. Gampang dalam hal kemudahan registrasi. Salah satu wireless internet provider di Jepara kota saya adalah Lihardo tempat saya bekerja. Setelah membayar biaya registrasi dan biaya terminasi dsb, user tinggal menikmati koneksi internet.
Speedy datang menawarkan kemudahan yang lebih baik. Tidak perlu install radio – atau bahkan tower utk antena. Yang kita perlukan hanyalah seperangkat komputer, line telepon dan ADSL modem (bahkan pada awalnya gratis dari telkom). Saya ikut merasakan kemudahan instalasi speedy ini.
Di sisi yang lain, kemudahan instalasi dan -mungkin- bagi sebagian orang harga yang relatif murah dibanding provider lain, ternyata berbanding terbalik dengan kualitas layanan dari speedy. Setidaknya ada 2 kali gangguan fatal yang saya alami selama bulan Agustus ini : tanggal 16 Agustus dan tanggal 21 Agustus 2008. Speedy down sampai lebih dari 6 jam ! Belum terhitung gangguan lainnya, semisal gagalnya akses ke situs-situs luar negeri, dsb.
Telkom memang telah merajadi saluran komunikasi kabel di seluruh Indonesia. Bahkan kini Telkom di Jepara mulai berekspansi menjual saluran telepon kabel (PSTN) sampai ke pelosok. Akankah Telkom juga “jor-joran” menyebarkan bandwidth sampai ke desa-desa? SEmoga.
Namun alangkah baiknya jika kemudahan akses ini, juga diikuti dengan perbaikan kualitas layanan. Bagaimanapun juga Telkom saat ini menjadi andalan koneksi Internet, artinya beberapa kantor dan perusahaan menggunakan hanya koneksi lewat Speedy.
Pertanyaannya adalah, kenapa harus dibuat beberapa paket layanan dengan harga berbeda tapi kualitas ternyata sama ? Tidak ada prioritas layanan terhadap paket tertentu.
Hem…semoga telkom bisa lebih baik lagi.
Agustus 3, 2007
Instalasi Linksys WUSB11V4 di openSuse 10.2
Posted by hsidhi under Di Kantor..., NetworkingLeave a Comment
Tulisan ini bukan panduan apalagi tutorial, hanya pengalaman saya melakukan instalasi Linksys Wireless USB WUSB11V4. Mungkin terlalu kuno, karena boleh jadi device tersebut sudah tidak dijual lagi. Saya membeli alat tersebut kira-kira 1 tahun yang lalu seharga 125 ribu. Relatif murah sehingga sayang untuk dibuang.
Ketika saya mencoba beralih ke sistem OpenSuse, keberadaan WUSB11V4 sedikit menghambat. Awalnya kami kesulitan menemukan driver tersebut untuk sistem linux. Hasil googling mengantarkan saya pada penggunaan “ndiswrapper”
Opensuse sendiri memiliki paket ndiswrapper, kalo gak salah versi 1.25. Ternyata ndiswrapper asli bawaan Opensuse menyisakan sedikit masalah pada WUSB11V4 saya, yaitu masih menghasilkan “driver conflict” (lupa persisnya errornya). Diputuskan untuk menggunakan ndiswrapper versi terbaru (saat tulisan ini : versi 1.47)
Berikut langkah-langkah saya menginstall wirelesslan :
- Install OpenSUse dengan menginstall paket-paket development (utamanya kernel header development)
- Download ndiswrapper dari sourceforge.net
- Extract, lalu jalankan instalasi (make uninstall, make, make install)
- Untuk memudahkan instalasi driver, file driver asli bawaan wusb11v4 di copy ke direktori root
- Install driver ke ndiswrapper (ndiswrapper -i WUSB11V4.inf)
- Yakinkan bahwa driver telah terinstall (ndiswrapper -l)
- Install ndiswrapper ke configurasi module, agar selalu terbaca saat boot (modprobe ndiswrapper)
Installasi ndiswrapper dan driver wusb11v4 selesai. Lanjutkan dengan konfigurasi jaringan wireless. Opensuse menamai konfigurasi wireless dengan nama wlan (wlan0, wlan1, dst). Dengan bantuan yast2 konfigurasi jaringan di Opensuse menjadi lebih mudah. Caranya :
- Dari terminal jalan yast2 lan
- Saya menggunakan metode tradisional (ifup) untuk konfigurasinya.
- Pilih type jaringan : wireless
- Kolom nama sebaiknya dibiarkan (Opensuse akan memberi nama otomatis)
- Kolom module name pilih (ketik) “ndiswrapper” (WAJIB). Tentu tanpa tanda petik.
- Klik Next, akan menuntun mengisi alamat IP (Static or DHCP)
- Jika pilih static, pada “routing” isi dengan alamat gateway
- Next, pilih akses point yang akan di konek
- Next and finish
Seteleh klik Finish, Opensuse akan melakukan restarting network service. Perhatikan baik-baik, dan yakinkan bahwa wlan0 sudah terdetek.
Test menggunakan ping.
Done.
